Tentang AIKIDO

Posted: Februari 13, 2012 in consult

Aikido adalah perpaduan unik antara berbagai tehnik seni bela diri kuno Jepang dengan filosofi sinkretisme agama di Jepang seperti Shintoisme, Zen Budhisme, atau sistem kepercayaan religi Sekte Omotokyo yang dianut oleh pendiri Aikido; Morihei Ueshiba. Beladiri ini merupakan kombinasi dari ilmu pedang Kenjutsu dan Jujutsu yang juga merupakan bentuk seni beladiri tradisional Jepang. Pengaruh Kenjutsu tampak dalam pengaturan gerakan gerakan atau langkah langkah kaki. Sedangkan pengaruh jujutsu tampak dalam penggunaan teknik kuncian dan lemparan.

Aikido tidak hanya sebagai hobi dan olah raga atau sebagai sarana untuk melindungi diri, tetapi juga sebagai media pembelajaran terhadap diri sendiri. Aikido diciptakan dengan menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki (prana) individu dengan ki alam semesta. Aikido juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi dengan “mengarahkan” serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan. Berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina, Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian. Sementara teknik teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan.

Falsafah-falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai ki inilah yang membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik. Hal ini berarti bahwa mempelajari Aikido, tidak semata mengerti tatacara gerak fisik bela dirinya semata, namun juga harus memahami filosofi apa yang mendasari tehnik fisik yang ada. Sebab, jika tidak, maka seorang praktisi Aikido akan memahami bela diri Aikido hanya sebagai salah satu jenis olah raga semata. Aikido kemudian akan kehilangan esensinya sebagai Aikido, dan tinggal sebagai tehnik bela diri semata, yang tehnik-tehniknya juga ada terdapat di bela diri lain seperti aikijitsu atau judo.

Dalam Aikido, setiap teknik dan gerakannya mengandung makna filosfi yang sangat mendalam. Yang bila kita pahami dengan baik dan benar akan memberikan suatu dampak psikologis positif terhadap perkembangan mental dan spiritual seseorang. Pemahaman filosofi inilah yang sekarang banyak dilupakan para Aikidoka. Hafal teknik tanpa pemahaman adalah tidak cukup. Berhasil menjatuhkan lawan bukanlah tujuan akhir dalam Aikido. Berlatih Aikido adalah berlatih untuk tidak berkonfrontasi. Aikido bukanlah seni berperang. Aikido adalah seni perdamaian. Berlatih Aikido secara konsisten membantu diri kita untuk menyatu dengan teknik itu sendiri. Dalam Aikido tidak ada teknik yang dilakukan dengan force atau paksaan, semuanya mengalir apa adanya. Hal ini dapat dilakukan hanya jika teknik Aikido telah benar-benar menyatu dengan diri kita.

Dalam mengimplementasikan Aikido, tidaklah semudah memahaminya. Bahkan untuk memahamipun tidak mudah juga untuk sebagian orang. Namun janganlah berhenti untuk mencoba, karena semua itu ada prosesnya.

Pada umumnya saat pertama orang memandang serta memilih Aikido adalah hanya kepada sebatas kepada fisik dari teknik semata hingga ingin mempelajari bagaimana dengan cepat menguasai teknik-tekniknya. Akan tetapi melalui proses latihan yang kontinyu, akhirnya pemahaman itu sedikit demi sedikit mulai berubah. Selama tidak ada pemahaman, tidak akan ada harmoni dalam teknik yang kita lakukan. Namun demikian, kita masih terus banyak belajar untuk memahami Aikido lebih baik lagi. Proses pembelajaran di Aikido tidak hanya dari pelatih (sensei) atau senior (senpai). Berlatih dengan junior (kohai) pun banyak manfaat yang dapat kita ambil, seperti bagaimana melakukan waza (teknik) dengan benar. Karena melakukan waza dengan para pemula pasti akan lebih sulit dibanding berlatih waza dengan teman seangkatan atau senior. Proses pembelajaran Aikido juga tidak hanya di atas matras atau di dalam dojo saja. Justru di kehidupan sehari-hari pembelajaran itu seharusnya terus berlanjut. Aikido adalah budo, yang lebih menekankan kepada kesatuan teknik, mental dan spiritual. Manifestasi dari ketiga unsur tersebut akan membentuk apa yang disebut sebagai the spirit of budo, yang diharapkan tumbuh menjadi “karakter baik” yang akan tetap melekat dimanapun kita berada.

Semoga catatan ini dapat diterima untuk lebih mamahami makna tentang Aikido….

Salam Aikidoka!

MENGENAL TEKNIK-TEKNIK AIKIDO

Posted: Februari 13, 2012 in Path to Harmony

Disarikan Oleh : Shizen Dojo Malang

Teknik-teknik Aikido sebagai beladiri perkelahian cepat dan jarak dekat (close combat) banyak dipengaruhi oleh :

Teknik Bantingan Judo Kodokan Jigoro Kano
Teknik Kuncian Jujutsu gaya Sokaku Takeda (Bapak Jujutsu)
Teknik Pedang (Kenjutsu), dan
Teknik Toya berpedang/ straight spear (Yarijutsu)

Pada umumnya Aikido tidak menggunakan tendangan kaki, tapi dalam hal-hal yang sangat khusus, teknik kaki (ashi waza), juga diajarkan. Inipun dengan catatan pada Aikidoka tingkat Dan keatas. Di Indonesia, ashi waza nyaris tidak diadakan.

Aikido cocok untuk perkelahian ruangan sempit maupun melawan beberapa penyerang (multiple attacker), dan dapat dipelajari oleh pria dan wanita segala umur. Untuk anak-anak minimal 10 tahun.

Teknik-teknik (waza) Aikido sebenarnya tergolong sederhana. Ada 2 (dua) hal pokok, yaitu
Nage waza (melempar/membanting/proyeksi) dan
Kihon waza (termasuk teknik kuncian/immobilisasi)
Di dalam Dojo, Aikido menggunakan 4 (empat) pola dasar latihan, yaitu
Tachi waza (teknik berdiri melawan berdiri),
Suwari waza (teknik duduk melawan duduk),
Hanmi handachi (teknik duduk melawan berdiri), dan
Kaeshi waza (melakukan teknik dengan membuka serangan sebagai pancingan).

Dalam pelatihan, Aikido lebih mengutamakan keadaan badan yang rileks, mengendur. Dalam pengertian rileks sangat berbeda dengan lembek. Rileks, adalah energi yang terpusat dan terkontrol. Jadi, mempelajari Aikido adalah membiasakan kondisi badan selalu dalam keadaan rileks. Badan dan otot-ototnya yang sudah terkondisi dalam keadaan mengendur rileks ini akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi seperti ini akan menghasilkan suasana psikologi yang positif. Pikiran dan badan akan dalam keadaan rileks dan sadar.

Sebagai contoh adalah ketika anda pertama kali pergi ke dokter gigi. Saat anda duduk di kursi dokter gigi dan dokter gigi anda berkata, rileks saja! Kemudian anda mengendurkan otot-otot badan secara otomatis. Dengan badan beserta otot-otot yang mengendur secara terkontrol akan menimbulkan rasa nyaman, menurunkan temperatur emosi.

Keadaan rileks pun dapat dijumpai pada aktifitas yoga, hypnotheraphy, bahkan meditasi sekalipun, selalu ditekankan pada kondisi rileks total untuk mencapai keadaan alpha.

ROAD’S & REGALIA’S

Posted: Februari 15, 2011 in Regalia lists

Types, Kings, and Roads

In Air Gear, every Storm Rider places an emphasis on a certain aspect of their “Run”, which determines their “Type”. Over time, the Rider’s Run develops into a characteristic style and repertoire of tricks, which is termed as their “Road”. Riders who master a Road to a high degree are called “King-level” riders, and King-level riders who possess their Road’s “Regalia” are called “Kings”.

Regalia are special Air Treck parts specifically engineered to use the air to work in conjunction with the King’s Road; this is referred to as an “Infinity Atmosphere”. There are 8 Regalia in total, each of which represents one of the 8 major Roads. Regalia are a double-edged sword: Deploying one gives a huge power boost, but puts a huge strain on the user; a King can only use a Regalia a limited number of times before both their bodies and the Regalia give out. If the King doesn’t have a “Tuner” to optimize the Regalia, it will become uncontrollable and the King will sustain terrible injury. There is a separate class of Regalia called “Subregalia”, which are degraded copies of the 8 originals. The Storm Regalia which is still being created could be counted as a 9th Regalia.

Wing Road

The first Road introduced, it is said to be the “purest” and closest to the sky. Wing Road is broken down into several levels:

* The rider runs a low pressure current by breaking the barrier front. The rider may also be able to dissipate impact forces throughout their body, greatly reducing injury.
* The second element is “Gravity Control”, or the shifting of one’s centre of gravity in order to extend the height and distance of jumps.
* The third element is “Wings”, a phenomenon which takes an existing tailwind and adds the user’s own wind to it.
* The fourth principle is the rider’s ability to see and predict the wind and differential pressure via scattering light.
* The final principle is “Catching Moon Drops”, or interfacing with the air. The rider interfaces with and creates

a surface of air via differential pressure. This principle is needed to use the Wind Regalia properly.

Wind Regalia:the words “Welcome To NightMare” scribbled on them. Bagram can make an A·T anywhere from a dozen to several hundred times more efficient at using the air, allowing a Run truly comparable to flight. When activating Bagram, the wheels split into spiralling sections. Deploying Bagram by feeding wind into the core causes the skull emblem to glow, and the wheels unfurl into wings. Further adding wind causes Bagram to deploy fully, in which its wings run lengthwise along the A·T to resemble talons.

The Wing Road also has the most variations namely the Gale, Hurricane and Jade Roads. But where the Gale is a variation of the Wing Road focusing on strength and aggressiveness rather then speed. The Jade
and Hurricane Roads are evolved versions of the Wing Road fused with other roads. The Jade Road is created by combining the Wing with the Gaia Road while Hurricane Road is a fusion of Wing and Over Road Moonstruck Drop Bagram is the Regalia of the Wing Road. It is the back wheels of an A·T with

Flame RoadEdit Flame Road section

The Flame Road is similar to the Wing Road in that both Wind and Fire are said to be “free”. There are several principles to the Flame Road:

* The first is the generation of heat via friction. This can bend light, create updrafts, and create illusions using heat mirages. This ability to create heat is especially useful against the Rising Road; a sufficiently skilled Flame Road rider can nullify all but the strongest Rising Road techniques with their flames.
* The second is the use of fast and precise attacks to freeze the movement of their victims. These tricks are collectively referred to as “Time”.

The Flame Regalia : is a pair of back wheels decorated with a Kitsune. When activated, the wheels run to produce torrents of flames.

The Apollon Road is a refination of the Flame Road which both Time and Flame are used simultaneously.

Bloody Road
Nicknamed “fang” because of its “slice” characteristic, the Bloody Road is literally carved into the flesh of one’s adversary. “Slice” describes the practice of abrupt acceleration and deceleration (0-Max-0) to gain inertial energy, which exerts tremendous pressure on the thigh muscles. Getting hit by a “fang” is described by Ikki as “felt like something exploded in front of my body”. Bloody Road riders also use chains and hooks to bind their opponent. One of the Bloody Road’s underlying themes is imprisonment; a number of Fang Kings have likened their road to being in jail. This attitude even manifests itself in the road’s Infinity Atmosphere on more than one occasion.

The Fang Regalia: Bloody Armor is the Fang Regalia of Bloody Road. It comprises all 4 wheels of an A·T, and its core mechanism converts inertial energy into a shockwave, although its very presence in the narrow space of the wheel robs the A·T of the ability to jump. When deployed, the wheels split into a sawblade shape.

Gazelle the first generation Thorn Queen was the first person who tried combine the Bloody and Sonia Roads after she was defeated by the Takeuchi brothers by combining her own trick with that of Falco, the first Fang King. Years later the Brain Charger Lind who has the personality and abilities of Gazelle, combines the Fang of the Bloody Road with Thorn of the Sonia Road creating a hybrid combination between Sonia Road’s flexibility and Bloody Road’s sharpness and destructive power.

Sonia Road

Sonia Road users are defensive experts. It is the opposite of the Bloody Road, in that it shreds the user’s body instead of the enemy’s; its current Queen, Ringo Noyamono, goes so far as to refer to this aspect of the road as ‘torture’. The Sonia Road constantly burdens the users body with high pressure, which is why the Sonia Road can reach its full potential at areas of high pressure. Storm Riders who follow this road have a natural advantage against the Wing Road and Gaia Road, according to Kilik of Sleeping Forest. The principles of the Road are as follows:

* The hip are the axis and the base point for all moves instead of the knee. This improves maneuverability by moving the rotational axis closer to the centre of gravity.
* Supersaturation of the bloodstream with nitrogen through hyperventilation, which is used to form cushioning bubbles at joints.

egalia: Although the whereabouts of the original Thorn Regalia are currently unknown, when Sora first approached him about the possibility of adding a normal human rider to the team, Kilik mentioned that the original Thorn Regalia had belonged to a Gravity Child known as Gazelle before being passed on to normal riders, and eventually, Rika Noyamano.

The Thorn Subregalia: Thorn Reaper is a pair of back wheels. When deployed, it disassembles into a superconducting whip with a forked end. The fork allows the whip to cut through the air, creating small sonic booms called “Thorns”. Combined with Sonia Road’s wide area of acceleration, Thorn Reaper can attack in many directions at once although its not as strong as Fangs. Thorn Reaper is a Subregalia, and has recently been redesigned by Kilik. The output’s been increased by 25%, the material was changed, and it’s become more efficient at energy recovery via an attenuation mechanism. The new Subregalia’s core is no longer a whip. Instead the area of the back wheels is a ‘fork’ shaped heel which creates the same “Thorns” that the whips did while depending more on kicking power.

Rising Road
Rising Road specializes in the offensive applications of electric and magnetic energy. It converts kinetic energy from the Rider’s run into an electromagnetic field, enabling a skilled Storm Rider to create illusions and manipulate electricity for their own benefit. Ultimately, however, the Road’s greatest strength lies in numbers, as demonstrated by Thunder King Nue and his team Black Crow. By applying illusions directly onto teammates, riders can create monsters actually capable of striking their enemies. Moreover, by using teammates to magnify the scale of his Infinity Atmosphere, Nue can create a giant formation of ice and lightning that easily pushes back an entire team of A-rank Storm Riders.

The Thunder Regalia is a full body suit capable of destroying an entire town. The rotation of this regalia generates electricity, and it becomes even stronger when conducted through special piano wires, based on Fleming’s theory. It can create a strong magnetic force, attracting metal objects. It can also create electromagnetic waves that make people see illusions. Its core is a pair of dynamos capable of generating electricity and storing it in battery reels. When deployed, these battery reels undergo Roulette Wave Expansion and unreel massive amounts of cables through which current is dispensed.

Over Road
The Over Road’s principle lies in the windmill theory – it compresses wind to form walls of air. Its strength grows with the strength of the wind it faces, as a strong wind can be compressed even further. The Hurricane Road is a fusion of the Wing and Over Roads; it combines both tricks and philosophies of both roads and incorporates the design of both original regalia.

Rumble Regalia: Ram Jet is the Regalia of the Over Road. Its core is a turbine chamber into which air is forced, compressed and heated into supercritical fluid, increasing its destructive capabilities. The Regalia has two distinct iterations: The original was a boombox-shaped piece of equipment that attached to the user’s arms upon activation. It depended of the user’s strength and when deployed, the attachments transform into claw-like appendages. The second iteration is completely integrated the core into an A·T. When deployed, the wheels split apart to reveal nozzles, increasing air intake. The wheels themselves act as the turbines. The Regalia’s core was used to supply the missing material required for the Storm Regalia and while its inclusion enhanced the original capacity of the Storm Regalia it is a necessity in the Storm Regalia’s schematics.

There are two known sub-regalia:

1. The sub-regalia currently belonging to Genesis‘ ‘is installed within Authur’s chest, taking the place of his internal organs. It acts in a similar way to the original, however the visibal turbines, which are installed where Authur’s lungs should be, take in air, increase the power and speed and release out of the side opposite to where the air went in, (As seen when he takes Agito’s reflected “Fang” head on and then sends it out of his back). The Sub-Regalia is so powerful that it able to increase the power of Agito’s already refected fang, and send it back at him with enough power to kill him, had Agito not countered.

2. The sub-regalia which belongs to Nina of Sleeping Forest takes the form of an enormous mechanized battle suit. Uniquely, it is operated by a rider hidden inside, who is hooked up to the sub-regalia through various wires. It seems that, like Arthur’s sub-regalia, it is at least somewhat integrated with Nina’s body; this is hinted at when she comments about the days when she used to “walk on the ground.” The sub-regalia’s turbines are located in the shoulders and have enough power to easily block machine gun fire.
The Hurricane Road is fusion of the Over and Wing Road

Gaia Road

A Road that specializes in interactions with the ground. Riders of the Gaia Road are shown to focus on immobilizing their enemies and damaging their A-Ts, limiting their ability to ride. This is reflected both in its Infinity Atmosphere and in the philosophies of its riders. Riders of the Gaia Road are also able to memorize the shape of the land, allowing them to locate other riders. Its principles are:

* Using the piezoelectric effect, riders can paralyze opponents by numbing them.
* Creating seismic waves to create a ‘Sonar’ that reveals information about the opponents.
* Creating vibrations to levitate objects and induce seismic activity.

The core of the Gem Regalia : Hardest Apostolica is a ‘wheel’ attached to the front of an A·T via a swivel arm. When deployed, the arm swivels to the back wheel. The Core attaches to the wheel and “blossoms” into a transduction device that digs into the ground, essentially immobilizing the user for the duration the Regalia is deployed.

The Jade Road is a variant of the Gaia Road formed by fusing it with the Wing Road.”

Ring Road

The only Road that is primarily non-offensive, the Ring Road is a supportive road that consists of Link Tuners – mechanics who fix and tune other riders to their A·Ts. Not all Ring Road users can actually ride A·Ts. Ring Road focuses on sound – every rider and A·T has a rhythm. The Link Tuners match the rhythm of the A·T to it’s rider’s, increasing performance. A person with the potential for Ring Road will know the exact time without reference.

Tools: Link Tuners tend to carry an arsenal of tools and parts for fixing and tuning A·T or other machinery. Some modify their bodies in order to fit more tools, or increase productivity. When directly interfacing with a king, link tuners use special suits called “SC”. The SC is skin tight, elastic, and translucent, containing 7600 sensors within its fabric. Tuners also can carry a small machine that resembles a stenographer’s typewriters. This machine allows them to monitor and retune regalia on the fly.

A select few Storm Riders are shown to use the aural properties of the Ring Road in an offensive manner. Examples include Kanon of Tool Toul To , who uses a guitar mechanism to create blades of sound; as well as Merlin of Genesis , who can produce cutting sound waves with her long fingernails. Even Kururu , a person with no battle experience, shows the ability to detune and destroy AT based technology using her Infinity Atmosphere, Infinite Scale .

The Pledge Regalia is a metallic cross, roughly the size of a human. When deployed, the cross splits into a ring of 8 thinner, numbered sections intercrossed by a maze of wiring, each with a set of headphones which other Tuners can put on. Standing in the middle of the formation, the Pledge Queen synchronizes herself with these tuners, essentially granting her abilities to them for the duration of the Regalia’s activation. However, this process is extremely exhausting to the tuners involved.

Gabishi’s Road
Gabishi’s road is unnamed; he carves it on the faces of his opponents

The Horn Subregalia: Hatch Venom is the front portion of the A·T it is equipped on. It appears as skulls adorning the front of both A·Ts. The Regalia operates by converting the energy produced by the wheels during high-speed braking into heat, which is kicked outward as a “shell” of compressed, heated air, then kicked again to produce a laser-straight current of molten wind. Hatch Venom is likely the degraded form of Bloody Armor.

Lather Road
Lather Road operates by sealing air into water to create explosive bubbles. The ability to ride in bodies of water is likely related.

The Water Subregalia are the wheels of the A·T, and resemble rain tires. It operates by vibrating at high speed creating superpressured bubbles that rotate with great intensity and burst with immense force. The Regalia can also be used to resonate with the water inside of a target’s body to cause further damage. The bubbles can also be used for communication. The Regalia’s weakness is that it is only usable when the user’s back is facing the opponent, which creates an opening for attack.

Hurricane Road

The Hurricane Road is a fusion of the Wing and Over Roads; it combines both tricks and philosophies of both roads and incorporates the design of both original regalia. The current (and only) known rider of this road is Itsuki “Ikki” Minami, the Storm King.

The Storm Regalia of Hurricane Road incorporates designs from both the Wind Regalia and the Rumble Regalia, as well as the latter regalia’s original core. It was completed by the Pledge Queen Kururu Sumeragi, but during a battle while trying to get it to Ikki the regalia was damaged.

OTHER ROAD

Gladius Road
Unique to Gawain, the riders A·T is fitted with interconnected blades capable of piercing flesh and machines easily.

Smell Road
Unique to Onigiri, the Smell Road specializes in using body excretions to hinder opponents. It also has the ability to break down or reverse the Roads of female Storm Riders through Onigiri’s perversions, as demonstrated by his ability to break through the illusions of the Rising Road and his negation of Mimasaka Ryo’s Gaia Road.

Jade Road
A road created by combining the Wing with the Gaia Road. Not much is known about this Road but it seems to give a philosophy of control over land and sky {mastery of the Wing and and Gaia Road} Its sole user is Nike.

Gale Road
A road created by Mikan Noyamono. It appears to be a variation of the Wing Road that focuses primarily on Mikan’s strength and aggressiveness, rather than the speed-based Road favored by other Wind Kings..

ikki problem’s

Posted: Februari 13, 2011 in Video

akira,mitsuru VS ikki,agito

Posted: Januari 19, 2011 in Video

POTEMKIN

Posted: Oktober 12, 2010 in air gear

Potemkin

Rank: E class Di sebut the “eight brother’s Potemkin” karena semua anggotanya adalah delapan anak kembar. Mereka bermarkas di bekas gedung yang tak dipakai lagi dan sekarang beralih fungsi sebagai tempat tinggal para gelandangan.Mereka merasa berterima kasih kepada Potemkin sebab setiap ada razia Potemkinlah yang melindungi mereka. Padahal mereka (Potemkin) bermaksud mengambil alih gedung tersebut. Sebab jika tidak dipakai maka gedung tersebut bisa mereka jual.

ANIMAL HOUSE

Posted: Oktober 12, 2010 in air gear

Animal House

Rank: C class Tim ini anggotanya memakai kostume gorila. Pada saat masih tim E mereka menjadi lawan dari Kogarasumaru. Namun karena Kogarasumaru masih labil(Ikki dirawat di rumah sakit, karena lukanya ketika melawan Trident. Jadi Ikki mengutus Kazu untuk menggantikan dirinya. Sedangkan Kazu sedndiri masih suka gugup, jadi tim Kogarasumaru kacau)sehingga kalah. Setelah mengalahkan Kogarasumaru nama mereka melejit sehinnga bisa mencapai class C. Setelah itu mereka berhadapan lagi dengan Kogarasumaru, Kali ini meraka mendapat bantuan dari Om Water Queen, di lain pihak kogarasumaru mendapat bantuan dari Benkei. Terjadi pertarungan segit antara benkei & om. yang berakhir dengan kekalahan Om

tim-tim lain:skull saders,east side gunz.Dll

BEHEMOTH

Posted: Oktober 12, 2010 in air gear

Behemoth

Rank: D class Walaupun memliki kemampuan untuk menjadi tim kelas A, tim Behemoth dengan sengaja tetap berada di kelas D, karena mereka bertekat untuk mengganjal semua tim yang berniat meningkatkan kelasnya. Tim yang dipimpin oleh Akira Udo cowok pemberani yang dijuluki singa beranggotakan Mitsuru Bando yang ahli dalam pertarungan jarak dekat dan punya tonjokan yang dahsyat , Fumei Goshogawara bisa menyingkirkan puluhan musuhnya dalam hitungan detik, Ryo Mimasaki bisa menghipnotis, dan Yasuyoshi Sano bisa menghentikan waktu.tim kogarasumaru bertarung habis – habisan melawan tim ini.

  • Akira Udou

Akira Udou merupakan mantan pemimpin dari Team Behemoth, begitu kuat, organisasi Storm Rider kelas-D “Behemoth”. Bersama Agito, dia juga pernah menjadi anggota Wind SWAT team. Karena serangkaian kejadian yang sial, Akira berbalik ke mantan koleganya dan meraih kepemilikan Fang Regalia sampai Agito mengambil kembali dengan kogarasumaru dalam sebuah tantangan. Disebut “Chō Jyū” (超 獣, Super Beast, yaitu Behemoth?), Akira adalah lawan yang menakutkan dan ditandai dengan lambang singa besar. Dia sangat terampil dalam Bloody Road dan mampu merubah serangan Leviathan Attack menjadi ‘Gigaer Cross’ yang lebih mematikan. Kemampuan AT elit-nya dan kemampuan untuk menggunakan Fang Regalia membuktikan dia lebih hebat bahkan dari Agito, Fang King sendiri. Dalam chapter yang baru-baru ini, Akira terlihat menjemput Kazu belakangan dalam acara berkabung atas kematian Spit Fire.
Namun, Takeuchi bersaudara memberi dia pekerjaan cepat setelah upaya Wind’s untuk menangkap mereka. Ia hadir dalam penayangan video Spit Fire.

  • Bando Mitsuru

Mitsuru mengkhusukan diri dalam pertarungan jarak dekat, dengan menggunakan tinju ultra-destructive yang dijadikan sebagai senjata utamanya. Dia dicirikan sebagai Cyclops besar dengan palu besi yang panjang, sama seperti julukannya. Ketika digabungkan dengan kecepatan AT’s, tinju Mitsuru menghasilkan kerusakan dengan kekuatan sangat dahsyat. Selama pertandingan Behemoth VS Kogarasumaru, dia melawan Ikki dan benar-benar dikalahkan. Mitsuru jelas memiliki keunggulan dalam meninju, tapi Ikki berhasil mengalahkan dia dalam permainan Gunting, Batu, dan Kertas. Karena tangan Mitsuru yang berotot, kecepatan jari-jarinya berkurang sedikit yang memberikan Ikki cukup waktu untuk bereaksi terhadap pilihannya yang sesuai. Dengan tertangkapnya Akira oleh team Wind SWAT, Bando berusaha untuk mendirikan team Storm Rider sendiri. Tingkat pertarungan Mitsuru adalah 78, yang tertinggi di Behemoth.

  • Ryo Mimasaka

Ryō Mimasaka, dikenal sebagai “Gorgon Shell” (石化の盾, lit. “petrifying shield”), mengunakan “Oshiroibori” (白粉彫り) tato, yang hampir tidak terlihat dengan mata telanjang, untuk menghipnotis lawan sampai-sampai mereka memperlambat metabolisme begitu banyak sehingga menyebabkan kelumpuhan. Dia sangat dekat dengan Sano Yasuyoshi, setelah mengenalnya dari sekolah, dan bekerja kepadanya. Dia mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan Sano dari pembunuhan yang dilakukan Nike.

  • Sano Yasuyoshi

Yasuyoshi Sano (左 安良, Sano Yasuyoshi?), Yang dikenal sebagai “Aeon Clock” (時 の 支配者, lit. “Manipulator waktu”?), adalah orang ang sangat cerdan dan individu yang berbakat dalam menciptakan ilusi manipulasi waktu dengan Flame Road. Dia adalah bagian dari team Spitfire, mengikuti Road yang sama, sampai dia memutuskan untuk pergi dan bergabung dengan Behemoth. Setelah Behemoth dikalahkan, dia bergabung dengan Genesis, menjabat sebagai penasihat Simca, konselor, dan kadang-kadang supir. Akhirnya dia melayani Ikki dan team-nya dengan perlakuan yang sama. Dia biasanya serius, dia sering digunakan sebagai comic relief dengan homoseksualitasnya hingga berulang dan membuat jijik. Dia sangat dekat dengan Mimasaka, dan dia adalah satu-satunya orang yang diperbolehkan mengetahui dirinya yang sebenarnya.

TOOL TOUL TO

Posted: Oktober 12, 2010 in air gear

Tool Toul To

Tidak ada ranking, karena ini bukanlah tim storm rider tetapi tim para Tuner.Uniknya kebanyakan anggotanya para cewek. Mungkin kebanyakan rider cowok… (rider cowok, tunernya cewek)Satu tuner. satu rider. Tapi pelayanan ini khusus para rider yang bergelar King/Queen

  • Kururu Sumeragi

Pemimpin tool toul,Pledge Queen sekaligus tuner Ikki… walaupun hubungan tuner dengan rider sebatas profesionalisme, tapi Kururu menyimpan rasa terhadap Ikki

  • Hako Ikiwa

Wakil dari tool toul to, awalnya dia inggin sekali menjadi tuner Ikki. Sehingga dia berusaha keras memperbaiki A.T ikki. tapi Ikki yang tolol mengira Kururu yang melakukanya.Karena sakit hati (cemburu. sebab Hako juga suka ikki.)dia menukar “Bagram” yang asli dengan prototype buatanya. Celakanya ketika Nike menyusup ke tool toul to dia menculik Hako setra Bagram yang asli… Sampai sekarang dia menjadi tuner dari Sora takeuchi

  • Konomi

??? nggak tau ya sebab dia jarang terlibat dalam masalah ini yang jelas dia anggota tool toul to

  • kanon

Nah yang ini tuner dari Ringo, jadi dia cowok.walaupun dia tool toul to tapi dia bisa kok bermain A.T. Dia punya trick yang bernama Sound Blade. Yang dikeluarkan melalui gitarnya. Dia naksir ama Ringo. Tapi gara gara dia juga hubungan Ringo dan Ikki jadi kacau

Simca dulunya juga tool toul to tapi yang jelas dia sudah keluar. Hal ini bisa di ketahui dari topi yang ia kenakan sama dengan para anggota tool toul to yang lain (Simca yang berambut panjang

GENESIS

Posted: Oktober 12, 2010 in air gear

Genesis

Rank: A class Genesis adalah kumpulan dari tim-tim Storm Raiders yang tersebar di Jepang. Hal tersebut membuat tim dari Kelas A yang dipimpin oleh Simca ini menjadi tim terbesar di Jepang. Suatu hari, Simca membawa seluruh anggota Genesis ke hadapan Ikki dan meminta Ikki untuk memimpin mereka. Simca sangat yakin kalau Ikki-lah yang akan menjadi Sky King dan membawa Genesis menguasai Trophaeum Tower. pada akhirnya diketahui kalau pada saat kehancuran sleeping forest terdahulu, adalah Nike; bukan Simca, yang mendirikan Genesis. jadi Pemimpin sebenarnya adalah Nike sementara Simca hanya bertindak layaknya seorang pemimpin. Tujuannya sama dengan Sleeping Forest terdahulu; khusunya Sora, menaklukkan menara tropaion dan mendapatkan regalia Langit. Anggotanya antara lain:

  • Simca.

Dikenal sebagai Simca Si walet atau burung yang bermigrasi. tertarik dengan kepribadian Ikki yang mana sangat mengidolakan dirinya dan meramalkan kalau ikki akan mendaptkan gelar Sky king. bahkan terlalu percayanya dia sampai memutuskan untuk menyerahkan kekuasaan terhadap genesis dibawah genggamannya. Dia memilki Saudara kembar yang sama-sama merupakan Gravity Children angkatan pertama, mantan pemegang gelar Gem king, “Gaia Road” Kilik.

  • Spitfire

Pertama kali muncul disekolah Ikki untuk menyaksikan pertandingan Tingkat F antara Ikki melawan Issa “Buccha” Mihotoke. ia memimpin regu storm ridernya sendiri yang bernama Volcanoes dibawah bendera Genesis sekaligus memegang Gelar Flame King dan dikenal sebagai “Flame Road” Spitfire. Dulu dia; bersama Sora, Pernah melawan Sleeping Forest bentukan Kilik yang pada akhirnya mengalami kekalahan. Flame Road yang dikuasai Spitfire dipusatkan penggunaanya pada kecepatan, yang bahkan bisa mengendalikan aliran waktu. dan jika digunakan pada penempatan waktu yang tepat, hasil dari kecepatan tersebut menimbulkan akibat kobaran api yang menjalar sesuai dengan jalur yang dihasilkan saat berlari.serangannya yang terkuat adalah gabungan antara “Flame road” dan “Time Road”; bersama Aeon Clock, mmenghasilkan jalan ganda yang dinamakan “Apollo Road”

  • Nue

Nue muncul pada saat menyaksikan pertandingan antara kogarasumaru melawan Behemoth (dimanga, dia muncul pertama kali dihadapan Ikki didaerah pemakaman umum).Dia bersama kelompoknya; Black Crow, merupakan Gravity Children angkatan kedua adalah pemegang gelar Thunder King dan dikenal sebagai “Rising Road” Nue. dia tetap bergabung dengan Genesis karena Sora menjanjikan akan memberikan kehidupan yang normal bagi mereka. Rising Road yang dikuasai oleh Nue memusatkan penggunaanya pada penciptaan ilusi lewat medan magnet dan menyerang menggunakan kabel-kabel listrik yang ada pada seluruh jubah regalia miliknya yang konon mampu menghancurkan sebuah kota

  • Yoshitsune

pemimpin regu storm rider bernama Trident asal kansai dibawah bendera Genesis sekaligus pemegang gelar Rumble king Dan dikenal sebagai “Over Road” Yoshitsune. tantangan yang dia berikan kepada Kogarasumaru telah berhasil dilalui oleh Ikki sehingga memutuskan untuk melatih mereka. Over Road yang dikuasai Yoshitsune dipusatkan penggunaanya pada suara, yang mampu menyerap udara atau angin dalam bentuk gelombang kejut seperti “taring” dari Agito. Yoshitsune juga pakar dalam mengatur siasat. dia sendiri menyatakan kalau dalam pertempuran yang lebih diutamakan adalah penggunaaan akal pikiran untuk melihat keadaan yang ada dalam medan pertarungan .

  • Nike

Nike ini hanyalah sebuah alias. nama aslinya adalah Sora Takeuchi yang kanjinya berarti “Angkasa”. dia tinggal di Amerika setelah mendirikan Genesis dan menyerahkan kendali kuasanya kepada Simca. pemegang gelar Gem king saat ini dan dikenal sebagai “Jade Road” Nike setelah berhasil merebut regalia permata milik Kilik saat kehancuran Sleeping forest terdahulu. dia adalah yang terkuat dari empat raja Genesis. Jade Road yang dikuasai Nike mengakibat kan lawan tidak bisa bergerak sebab dia menggunakan semacam vibrasi (sory kurang jelas, gue aja kagak ngarti… yang jelas ni trick make rumus yang rumit deh. So baca aja ndiri)

  • Orca
  • Caesar
  • yasuyoshi Sano

mantan anggota Behemoth dengan julukan Aeon Clock yang bisa megendalikan aliran waktu dan sama seperti spitfire; juga mengikuti jejak nya menguasai “Flame Road” walaupun dia memilki ciri khas tersendiri yang bisa dianggap sebagai “Time Road”. saat behemoth dikalahkan, dia ditunjuk oleh Simca sebagai juru bicara Genesis yang meminta Ikki untuk bersedia meimpin mereka. Time Road yang dikuasai Sano pada intinya sama dengan Flame Road, tapi lebih cenderung digunakan sebagai pengendali waktu daripada menghasilkan kobaran api. serangannya yang terkuat adalah gabungan antara “Flame road” dan “Time Road”; bersama spitfire, mmenghasilkan jalan ganda yang dinamakan “Apollo Road”

  • Sora Takeuchi

pendiri dan pemimpin sleeping forest terdahulu yang sekaligus memegang gelar Wind King dan dikenal dikenal sebagai “Wing Road” Sora Takeuchi. dulu dia memilki hubungan khusus dengan Rika Noyamano, dan putus akibat pengkhianatan Kilik yang sadar bahwa Sora mempunyai niat jahat terselubung dibalik terbentuknya Sleeping Forest. Sora bersama Spitfire, Dontores, dan Blackburn kemudian bertempur melawan Sleeping forest bentukan Kilik yang pada puncaknya; kelompok Sora mengalami kekalahan dan Sora kehilangan kedua belah kakinya yang harus diganti dengan dua belah kaki biomekanis. dia yang membimbing Ikki meguasai penggunaan angin dan menggunakannya sebagai senjata yang sangat dasyat tapi dia juga yang mengkhianati ikki dengan mencuri regalia angin, bagram. karena takut Ikki akan melebihi kemampuannya. Wing Road yang dikuasai Sora dipusatkan penggunaannya pada penciptaan bermacam-macam trik di udara sebagaimana yang ditunjukkan oleh Ikki dan bisa mengalirkan Infinitine atmosphere dari regalianya berupa angin dengan kecepatan atau bahkan bisa me”nol”kan efek regalia yang lain, oleh karena itulah siapapun yang megikuti jalan ini dianggap sebagai calon pemegang gelar Sky King; gelar legendaris yang tengah diincar oleh Sora.

Benkei

Benkei (ベンケイ?) adalah wakil Yoshitsune yang cantik dan berskill. Dia sering digambarkan sebagai macan kumbang karena gaya bertarungnya dan perilaku agresifnya didalam atau diluar pertarungan dan sepenuhnya setia kepada Yoshitsune dan Trident. Dia menjadi pelatih Kogarasumaru dan member ekstra ketika Ikki menjalani masa perawatan di rumah sakit. Selama pertandingan melawan team lain, dia melawan Water Queen dari Sleeping Forest, Om, dan pada akhirnya dapat mengatasinya, degan bantuan dari Kazu. Dia terlihat mengantarkan Regalia berdarah “Ram Jet” ke markas Kogarasumaru dengan kaki kanannya yang telah terpotong. Setelah menyelesaikan misi ini, dia terjatuh dan menangis. Hal ini mengungapkan bahwa hanya dia yang selamat dari pertempuran di Osaka yang mana Genesis menghancurkan Trident. Benkei benar-benar memotong kakinya sendiri dengan senjata yang tersembunyi di dalam senjata Panther Corsa untuk melarikan diri dari mecha yang menahan tawanannya. Dia tidak mati karena kehilangan darah karena dia memproklamasikan dirinya sendiri vegetarian.